Topik TOEFL Speaking 2026: Kategori Umum, Contoh Soal, dan Cara Persiapan
Key Takeaways
- Bagian TOEFL Speaking 2026 mencakup kategori topik yang bisa diprediksi di kedua task-nya.
- Pertanyaan Take an Interview berfokus pada pendidikan, teknologi, gaya hidup, pekerjaan, komunitas, dan kesehatan.
- Kalimat Listen and Repeat diambil dari kuliah akademik dan situasi kampus sehari-hari.
- Mengenali kategori-kategori ini membantu Anda membangun kosakata yang tepat sasaran dan menyiapkan jawaban yang fleksibel sebelum hari ujian.

Topik speaking TOEFL di ujian 2026 mengikuti pola yang bisa diprediksi, dan memahami pola tersebut adalah salah satu cara tercepat untuk meningkatkan skor Anda. Bagian TOEFL Speaking (berbicara TOEFL) terdiri dari dua jenis task: Listen and Repeat (5 soal) dan Take an Interview (6 pertanyaan). Setiap task mengambil dari kumpulan kategori topik yang sudah ditentukan. Take an Interview menanyakan opini dan preferensi sehari-hari dalam bidang seperti pendidikan, teknologi, dan gaya hidup. Listen and Repeat menyajikan kalimat dari konteks akademik dan kampus yang harus Anda ulangi persis seperti yang Anda dengar. Mempersiapkan topik speaking TOEFL yang umum berarti Anda masuk ke ruang ujian dengan kosakata, ide, dan contoh yang sudah tersusun rapi di kepala.
Sebagian besar panduan online masih menjelaskan format lama dengan empat task yang sudah dihentikan sebelum 2026. Topik yang tercantum di panduan tersebut mungkin masih tumpang tindih dengan ujian saat ini, tetapi struktur soalnya sudah sepenuhnya berbeda. Artikel ini hanya membahas format 2026, dengan contoh soal yang sesuai dengan jenis task yang akan Anda hadapi (ETS).
Jika Anda membutuhkan kerangka jawaban dan skeleton respons, lihat panduan template speaking TOEFL. Untuk contoh jawaban yang sudah dinilai, lihat contoh speaking TOEFL.
Poin-Poin Penting
- Bagian TOEFL Speaking 2026 memiliki dua jenis task: Listen and Repeat (5 soal) dan Take an Interview (6 pertanyaan), masing-masing mengambil dari kategori topik yang sudah ditentukan.
- Topik Take an Interview terbagi menjadi enam kategori: pendidikan, teknologi, gaya hidup, pekerjaan, komunitas, dan kesehatan/lingkungan. Pertanyaan meminta opini, preferensi, atau pengalaman Anda.
- Kalimat Listen and Repeat berasal dari kuliah akademik, pengumuman kampus, dan situasi sehari-hari. Anda tidak menjawab, melainkan mereproduksi kalimat tersebut.
- Menyiapkan 2-3 contoh personal untuk setiap kategori topik sudah mencakup sebagian besar pertanyaan yang akan Anda temui.
- Ujian ini menghindari politik, agama, dan topik yang sangat spesialis. Anda tidak perlu pengetahuan ahli tentang topik apa pun.
Topik Apa Saja yang Muncul di Bagian TOEFL Speaking 2026?
Kedua task speaking mencakup rentang topik yang berbeda karena keduanya menguji keterampilan yang berbeda pula. Take an Interview mengukur kemampuan Anda mengungkapkan dan mendukung opini tentang subjek yang familiar. Topiknya sengaja dibuat mudah diakses agar pengetahuan konten Anda tidak pernah membatasi skor. Listen and Repeat mengukur pengucapan dan kelancaran melalui reproduksi kalimat, dan kalimatnya berasal dari rentang konteks akademik dan harian yang lebih luas.
Kedua task tidak menanyakan tentang politik, agama, isu sosial yang kontroversial, atau topik yang membutuhkan pengetahuan profesional khusus. ETS merancang pertanyaan agar bisa dijawab oleh orang dewasa mana pun, apa pun latar belakangnya, berdasarkan pengalaman pribadi.
Tabel di bawah ini memetakan setiap task dengan sumber topiknya:
| Task | Apa yang Anda Lakukan | Sumber Topik | Waktu |
|---|---|---|---|
| Listen and Repeat | Mendengar kalimat, mengulanginya persis | Kuliah akademik, kehidupan kampus, situasi sehari-hari | Tanpa persiapan; respons langsung |
| Take an Interview | Mendengar pertanyaan, memberikan opini | Pendidikan, teknologi, gaya hidup, pekerjaan, komunitas, kesehatan | Persiapan 15-30 detik, respons 30-60 detik |
Apa Saja Topik Speaking TOEFL yang Paling Sering Muncul di Take an Interview?
Pertanyaan Take an Interview terbagi menjadi enam kategori besar. Dalam setiap kategori, pertanyaan meminta Anda menyatakan preferensi, setuju atau tidak setuju dengan sebuah pernyataan, atau menceritakan pengalaman pribadi. Mengenali kategorinya dengan cepat membantu Anda mengakses kosakata dan contoh yang sudah Anda siapkan.
Bagaimana Bentuk Topik Pendidikan dan Kehidupan Siswa?
Pendidikan adalah kategori yang paling sering muncul. Pertanyaan menanyakan preferensi belajar, pengalaman di kelas, dan keputusan akademik. Pertanyaan ini mengasumsikan Anda pernah menjadi siswa, bukan berarti Anda sedang menjadi siswa sekarang.
Contoh soal:
- Apakah Anda lebih suka belajar sendiri atau berkelompok? Jelaskan alasannya.
- Beberapa universitas mewajibkan mahasiswa tahun pertama tinggal di asrama kampus. Apakah Anda setuju dengan kebijakan ini?
- Ceritakan seorang guru yang meninggalkan kesan mendalam bagi Anda. Apa yang membuatnya berbeda?
- Haruskah universitas menawarkan lebih banyak kelas online, atau apakah pembelajaran tatap muka lebih bernilai?
Anda bisa mencoba soal Take an Interview gratis untuk berlatih menjawab dalam batas waktu yang ditentukan.
Bagaimana Bentuk Topik Teknologi dan Komunikasi?
Pertanyaan ini menanyakan bagaimana alat digital memengaruhi kehidupan sehari-hari, hubungan sosial, dan proses belajar. Pertanyaan ini tidak membutuhkan pengetahuan teknis.
Contoh soal:
- Menurut Anda, apakah smartphone memperbaiki atau justru merusak cara orang berkomunikasi?
- Sebagian orang lebih suka membaca berita secara online, sementara yang lain lebih memilih koran cetak. Mana yang Anda pilih?
- Ceritakan sebuah teknologi yang mengubah cara Anda belajar atau bekerja.
- Haruskah anak-anak diizinkan menggunakan media sosial sebelum usia 16 tahun?
Bagaimana Bentuk Topik Gaya Hidup dan Pilihan Pribadi?
Pertanyaan gaya hidup mencakup kebiasaan sehari-hari, kegiatan santai, dan prioritas pribadi. Ini adalah kategori paling luas dan paling mudah dipersiapkan karena setiap jawaban bisa mengacu pada rutinitas Anda sendiri.
Contoh soal:
- Apakah Anda lebih suka tinggal di lingkungan yang tenang atau di pusat kota yang ramai?
- Sebagian orang berolahraga di pagi hari, sebagian lagi di sore hari. Kapan Anda lebih suka berolahraga, dan mengapa?
- Ceritakan sebuah hobi yang membuat Anda rileks. Mengapa hobi itu membantu Anda melepas penat?
- Menurut Anda, haruskah orang menghabiskan lebih banyak waktu di luar ruangan? Mengapa atau mengapa tidak?
Bagaimana Bentuk Topik Pekerjaan dan Karier?
Pertanyaan terkait pekerjaan menanyakan preferensi kerja, tujuan karier, dan dinamika di tempat kerja. Anda tidak membutuhkan pengalaman profesional; observasi pribadi dan rencana masa depan sudah menjadi konten yang valid.
Contoh soal:
- Apakah Anda lebih memilih bekerja di perusahaan besar atau memulai bisnis sendiri?
- Sebagian orang percaya gaji adalah faktor terpenting dalam memilih pekerjaan. Sebagian lagi lebih menghargai keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi. Mana yang lebih penting bagi Anda?
- Ceritakan sebuah keterampilan yang ingin Anda kembangkan untuk karier masa depan Anda.
- Apakah Anda setuju bahwa bekerja dari rumah lebih produktif dibandingkan bekerja di kantor?
Bagaimana Bentuk Topik Komunitas dan Tanggung Jawab Sosial?
Pertanyaan ini menanyakan peran Anda di masyarakat, kegiatan sukarela, dan kebiasaan sosial. Pertanyaan ini tidak menanyakan kebijakan pemerintah atau opini politik.
Contoh soal:
- Haruskah orang diwajibkan melakukan kegiatan sukarela di komunitasnya?
- Menurut Anda, apakah tetangga saat ini berinteraksi lebih sedikit dibandingkan di masa lalu? Mengapa?
- Ceritakan sebuah acara atau tradisi komunitas yang Anda nikmati.
- Sebagian orang menyumbangkan uang untuk kegiatan sosial yang mereka pedulikan. Sebagian lagi lebih memilih menyumbangkan waktu. Menurut Anda, pendekatan mana yang lebih bermanfaat?
Bagaimana Bentuk Topik Kesehatan dan Lingkungan?
Pertanyaan kesehatan dan lingkungan berfokus pada kebiasaan pribadi dan kesadaran umum, bukan keahlian ilmiah.
Contoh soal:
- Menurut Anda, haruskah sekolah mewajibkan siswa mengikuti pendidikan jasmani?
- Apa satu hal yang bisa dilakukan individu untuk mengurangi dampak lingkungannya?
- Ceritakan sebuah kebiasaan sehat yang telah Anda terapkan. Bagaimana kebiasaan itu memengaruhi kehidupan sehari-hari Anda?
- Sebagian orang percaya memasak di rumah lebih sehat dibandingkan makan di restoran. Apakah Anda setuju?
Topik Apa yang Dibahas Kalimat Listen and Repeat?
Listen and Repeat tidak meminta opini Anda. Anda mendengar sebuah kalimat lalu mereproduksinya. Topiknya penting karena kosakata yang asing membuat kalimat lebih sulit disimpan dalam ingatan. Kalimat berasal dari tiga area besar:
Konteks akademik. Kalimat merujuk pada kuliah, penelitian, dan situasi di kelas: "Profesor tersebut menjelaskan bahwa eksperimen itu mengonfirmasi hipotesis awal." Kalimat semacam ini menggunakan kosakata formal dan struktur klausa yang lebih panjang.
Kehidupan kampus. Kalimat menggambarkan logistik universitas: "Perpustakaan akan memperpanjang jam operasionalnya selama periode ujian akhir mulai hari Senin depan." Kalimat ini cukup panjang dengan detail spesifik seperti tanggal dan lokasi.
Situasi sehari-hari. Kalimat mencakup aktivitas harian dan observasi umum: "Dia memutuskan untuk berjalan kaki ke tempat kerja alih-alih naik bus karena cuacanya cerah." Kalimat ini menggunakan kosakata percakapan tetapi bisa mengandung klausa anak yang menguji daya ingat kerja.
Tantangan utamanya bukan memahami topiknya, melainkan menyimpan seluruh kalimat dalam ingatan cukup lama untuk mereproduksinya dengan akurat. Untuk strategi teknik mengingat yang khusus untuk task ini, lihat panduan soal speaking TOEFL.
Anda bisa mencoba soal Listen and Repeat gratis untuk menguji akurasi reproduksi kalimat Anda.
Bagaimana Cara Membangun Kosakata untuk Topik Speaking TOEFL yang Umum?
Menyiapkan kosakata berdasarkan kategori topik lebih efisien dibandingkan menghafal daftar kata secara acak. Untuk setiap dari enam kategori Take an Interview, bangun kumpulan kecil kata dan frasa yang bisa Anda gunakan di berbagai pertanyaan.
Langkah 1: Buat bank kosakata per topik. Untuk setiap kategori, buat daftar 15-20 kata dan frasa pendek. Untuk pendidikan: "kurikulum," "pembelajaran praktik," "berpikir kritis," "proyek kolaboratif." Untuk teknologi: "literasi digital," "waktu layar," "otomatisasi," "privasi data." Kata-kata ini bukan kata yang langka, tetapi mempersiapkannya mencegah Anda terhenti di tengah jawaban.
Langkah 2: Siapkan 2-3 contoh personal per kategori. Contoh personal adalah peristiwa atau pengalaman spesifik yang bisa Anda ceritakan dalam 2-3 kalimat. Untuk kategori pendidikan, Anda bisa menyiapkan: (1) sebuah proyek kelompok yang mengajarkan kerja sama, (2) sebuah kursus online yang Anda ambil saat libur, (3) seorang guru yang masukannya mengubah cara Anda belajar. Contoh-contoh ini bisa disesuaikan untuk berbagai pertanyaan dalam kategori yang sama.
Langkah 3: Berlatih menghubungkan contoh dengan pertanyaan yang berbeda. Contoh yang sama tentang proyek kelompok bisa menjawab "Apakah Anda lebih suka bekerja sendiri atau berkelompok?" sekaligus "Ceritakan pengalaman sekolah yang mengajarkan Anda sesuatu yang penting." Fleksibilitas lebih penting daripada memiliki banyak contoh.
Untuk pendekatan yang lebih luas dalam membangun kosakata di semua bagian TOEFL, lihat panduan kosakata TOEFL.
Bagaimana Cara Menghadapi Topik yang Belum Pernah Anda Latih?
Topik yang asing bisa saja muncul, tetapi format pertanyaannya tetap sama: nyatakan posisi Anda, berikan alasan, dukung dengan contoh. Saat sebuah topik membuat Anda kaget, gunakan tiga langkah berikut selama waktu persiapan Anda:
Pilih sisi dengan segera. AI tidak menilai kualitas opini Anda. AI menilai seberapa jelas Anda mengungkapkan dan mendukung opini tersebut. Pilih sisi mana pun yang lebih mudah Anda jelaskan, meskipun bukan yang benar-benar Anda yakini.
Gunakan contoh serba guna. Jika pertanyaan menanyakan sesuatu yang belum pernah Anda alami, gantikan dengan pengalaman yang berkaitan. Pertanyaan tentang kegiatan sukarela di penampungan hewan bisa dijawab dengan pengalaman sukarela apa pun, bahkan dengan cerita membantu tetangga. Yang penting koneksinya dinyatakan secara eksplisit: "Saya belum pernah menjadi sukarelawan di penampungan hewan, tetapi saya pernah menghabiskan akhir pekan membantu membersihkan taman lokal, dan pengalaman itu menunjukkan kepada saya bahwa..."
Jaga struktur tetap sederhana. Opini, alasan, contoh, kesimpulan. Empat bagian, masing-masing 2-3 kalimat. Panduan template speaking TOEFL membahas kerangka ini secara lebih detail. Struktur yang jelas pada topik yang asing mendapat skor lebih tinggi dibandingkan jawaban yang berantakan pada topik yang sudah Anda kuasai.
Seperti Apa Contoh Topik Speaking TOEFL dengan Jawabannya?
Berikut dua contoh lengkap yang menunjukkan cara merespons topik speaking TOEFL yang umum. Masing-masing mengikuti struktur opini-alasan-contoh-kesimpulan.
Pertanyaan: Sebagian orang lebih suka membaca buku fisik, sementara yang lain lebih memilih e-book. Mana yang Anda pilih dan mengapa?
Contoh jawaban: Saya lebih suka membaca buku fisik karena buku fisik membantu saya lebih fokus. Ketika saya membaca di layar, saya mudah terdistraksi oleh notifikasi dan aplikasi lain, sementara buku cetak menghilangkan gangguan itu sepenuhnya. Semester lalu, saya beralih dari e-book ke buku teks fisik untuk kelas sejarah saya, dan saya menyadari bahwa saya mengingat lebih banyak detail dari bacaan tersebut. Saya menyelesaikan kelas itu dengan nilai yang lebih tinggi dibandingkan semester sebelumnya ketika saya hanya menggunakan materi digital. Bagi saya, sensasi membalik halaman juga membuat membaca terasa lebih bermakna. Itulah sebabnya saya percaya buku fisik adalah pilihan yang lebih baik untuk membaca secara serius.
Pertanyaan: Apakah Anda setuju atau tidak setuju bahwa orang harus membatasi penggunaan media sosial hingga satu jam per hari?
Contoh jawaban: Saya setuju bahwa membatasi media sosial hingga satu jam per hari adalah ide yang baik bagi kebanyakan orang. Alasan utamanya adalah scrolling yang berlebihan mengurangi waktu yang tersedia untuk kegiatan yang lebih produktif. Seorang teman saya mulai melacak waktu layarnya tahun lalu dan menemukan bahwa ia menghabiskan lebih dari tiga jam sehari di media sosial. Ketika ia menetapkan batas satu jam menggunakan timer bawaan ponselnya, ia menggunakan waktu luangnya untuk berolahraga dan membaca. Dalam dua bulan, ia merasa lebih tidak stres dan lebih fokus saat bekerja. Meskipun saya memahami bahwa sebagian orang menggunakan media sosial untuk kariernya, sebagian besar pengguna biasa akan mendapat manfaat dari batasan harian.
Untuk lebih banyak contoh yang sudah dinilai di kedua jenis task, lihat panduan contoh speaking TOEFL.
Bagaimana Cara Berlatih Topik Speaking TOEFL secara Efektif?
Latihan harian dengan waktu yang nyata adalah cara paling andal untuk meningkatkan kemampuan Anda. Berikut rutinitas empat langkah yang memakan waktu sekitar 20 menit:
-
Pilih topik secara acak. Gunakan contoh soal di artikel ini atau panduan soal latihan TOEFL. Jangan memilih topik yang sudah Anda siapkan sebelumnya.
-
Pasang timer selama 15 detik. Gunakan waktu persiapan untuk memilih posisi Anda dan satu contoh. Jangan menulis kalimat lengkap; cukup catat dua atau tiga kata kunci.
-
Rekam jawaban Anda selama 45 detik. Bicaralah ke ponsel atau komputer Anda. Jangan berhenti lalu mengulang dari awal. Ujian sesungguhnya tidak mengizinkan pengulangan, jadi berlatihlah menyelesaikan jawaban Anda meskipun tersendat.
-
Tinjau rekaman Anda. Perhatikan jeda yang lebih dari dua detik, kalimat yang tidak lengkap, dan apakah contoh Anda mendukung opini Anda dengan jelas. Seiring waktu, jeda-jeda ini akan berkurang dan jawaban Anda akan terdengar lebih natural.
Untuk rencana latihan harian yang lengkap, lihat panduan latihan speaking TOEFL.
Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Topik Speaking TOEFL
Apakah topik speaking TOEFL berulang di berbagai tanggal ujian?
ETS tidak mempublikasikan bank soal yang tetap, sehingga pengulangan yang persis tidak bisa dijamin. Namun, kategori topiknya tetap konsisten. Pertanyaan tentang preferensi teknologi pada satu tanggal ujian mungkin diubah redaksinya pada tanggal lain, tetapi tetap berada dalam kategori teknologi. Mempersiapkan diri berdasarkan kategori mencakup lebih banyak kemungkinan dibandingkan menghafal pertanyaan spesifik.
Bisakah Anda memprediksi topik apa yang akan muncul di ujian Anda?
Tidak ada yang bisa memprediksi pertanyaan yang persis, tetapi enam kategori yang tercantum di artikel ini mencakup sebagian besar prompt Take an Interview. Jika Anda sudah menyiapkan kosakata dan contoh untuk setiap kategori, Anda siap menghadapi topik apa pun di dalamnya.
Apakah topik speaking TOEFL sama di seluruh dunia?
Kategori topiknya sama di mana pun Anda mengikuti ujian. ETS menggunakan kumpulan soal yang sudah distandardisasi. Namun, pertanyaan spesifik di ujian Anda mungkin berbeda dari yang diberikan pada tanggal yang sama di lokasi yang berbeda.
Apakah Anda membutuhkan pengetahuan khusus untuk menjawab pertanyaan speaking TOEFL?
Tidak. Setiap pertanyaan Take an Interview dirancang agar bisa dijawab menggunakan pengalaman pribadi dan pengetahuan umum. AI menilai kemampuan bahasa Anda, bukan kedalaman pengetahuan Anda tentang suatu subjek.
Berapa banyak topik yang harus Anda persiapkan?
Menyiapkan 2-3 contoh personal untuk masing-masing dari enam kategori memberi Anda 12-18 contoh yang fleksibel. Itu sudah cukup untuk mencakup pertanyaan apa pun yang mungkin Anda temui. Kualitas persiapan lebih penting daripada kuantitasnya.
Ready to Put This Knowledge Into Practice?
Reading about the TOEFL iBT 2026 is a great start — but the best way to improve your score is deliberate practice with real feedback. English Exam gives you everything you need to prepare effectively:
AI-Powered Scoring
Get instant, detailed feedback on your Speaking and Writing responses — scored by AI against official rubrics.
All 12 Question Types
Practice every Reading, Listening, Writing, and Speaking question type you'll face on exam day.
Real Exam Simulation
Take full-length mock tests with real timing, adaptive modules, and authentic question flow.
Progress Tracking
Monitor your accuracy across all question types. See exactly where to focus your study time.
Related Articles

TOEFL Adalah: Kepanjangan TOEFL dan Isi Tesnya yang Sebenarnya
TOEFL adalah singkatan dari Test of English as a Foreign Language, ujian kemampuan bahasa Inggris yang dibuat ETS dan pertama kali diselenggarakan pada 1964. TOEFL iBT adalah versi yang dipakai untuk pendaftaran universitas, dan sejak Januari 2026 skornya memakai skala band 1-6. Keluarga TOEFL juga mencakup TOEFL ITP untuk institusi serta TOEFL Junior dan Primary untuk siswa yang lebih muda. TOEFL Essentials dan Paper Edition sudah tidak ditawarkan lagi. Skornya diterima lebih dari 13.000 institusi di lebih dari 160 negara dan berlaku selama dua tahun.

TOEFL ITP Adalah: Format Tes, Skor, dan Perbandingannya dengan TOEFL iBT
TOEFL ITP adalah tes kemampuan bahasa Inggris berbasis kertas atau digital yang dibuat oleh ETS. Lebih dari 2.500 institusi di 50 negara menggunakannya untuk penempatan kelas, pemantauan kemajuan akademik, dan syarat kelulusan. Tes ini mengukur pemahaman mendengarkan (listening comprehension), struktur dan ekspresi tertulis (structure and written expression), serta pemahaman membaca (reading comprehension) dalam waktu 115 menit. Skor Level 1 berkisar dari 310 hingga 677 dan dipetakan ke level CEFR dari A2 sampai C1. Berbeda dengan TOEFL iBT, ITP hanya dapat diikuti melalui institusi dan tidak bisa didaftarkan secara individu.

TOEFL MyBest Scores: Cara Kerja Superscoring, Universitas yang Menerimanya, dan Kapan Harus Retake
TOEFL MyBest Scores otomatis menggabungkan skor tertinggi Reading, Listening, Speaking, dan Writing Anda dari semua tanggal tes yang masih berlaku dalam dua tahun terakhir. Setiap laporan skor resmi menyertakannya tanpa biaya tambahan. Tidak semua universitas menerima MyBest, jadi memeriksa kebijakan tiap institusi sangat penting sebelum mengandalkan skor komposit. Strategi retake yang menyasar seksi terlemah Anda dapat menaikkan komposit MyBest tanpa mempertaruhkan seksi yang sudah bagus.